Duta Lombok dan Misi Kristenisasi5 menit

Please log in or register to like posts.
News
Gereja di Lombok

Kita tentunya sudah tak asing lagi dengan kabar gempa di daerah Lombok. Gempa berkekuatan 7,0 skala richter itu menggoncang kediaman para warga Lombok pada waktu malam,tepat nya saat dimana sholat isya sedang di laksanakan. Setelah itu pun juga banyak gempa gempa susulan yang terus terjadi tanpa henti mengguncang hati dan perasaan saudara saudara kita di Lombok.mereka dirundung duka yang mendalam,kehilangan harta,benda,keluarga,bahkan segala apa yang mereka.

Banyak pihak yang membuka peluang untuk saling berbagi kepada korban Lombok. Bahkan PT POS PERSERO pun sempat mengadakan pengiriman gratis untuk saudara saudara kita disana sampai sebulan.

Bukan hanya pihak masyarakat biasa saja yang ingin berbagi kepada korban Lombok yang berduka,ternyata pihak misionaris Kristen pun telah melihat celah besar untuk memasukkan point point ajakan agar menganut ajaran mereka.

 

MISI KRISTENISASI KORBAN DUKA

 

Seperti yang dikutip oleh tarbawia.com ,  Indikasi adanya upaya pemurtadan yang dilakukan oleh sekelompok orang teduga misionaris terhadap korban gempa Lombok, NTB semakin kuat. Di dalam plastic berisi makanan ringan sengaja diselipkan tulisan tulisan yang kerap di gunakan oleh umat Nashrani

“Pertolongan Tuhan indah pada waktunya”

“Kamu tidak sendiri dalam kesusahan, Allah bersamamu”

Selain temuan berupa buku-buku kerohanian di tengah tumpukan logistik, para pelaku pemurtadan yang diduga kuat sebagai misionaris juga melakukan ritual ini kepada para korban gempa. Terlihat di dalam video yang dikirimkan langsung dari relawan Muslim di Lombok, beberapa oknum pelaku pemurtadan berdiri di depan korban gempa.

Dia bersama kawan-kawannya terdengar mengucapkan doa-doa dari agama mereka seraya mengajak korban gempa untuk ikut melafalkan. Seperti membaptis, para pelaku pemurtadan itu mencipratkan air dari sebuah wadah dengan tangan kanannya ke arah kerumunan korban gempa Lombok.

Padahal di antara korban yang duduk dan sedang diuji dengan kehilangan harta dan keluarga juga mengalami trauma itu terlihat dengan jelas wanita-wanita berkerudung. [Tarbawia]

Karena dirundung pilu yang mendalam,juga kebutuhan selama di pengungsian yang banyak tidak memadai inilah menjadi celah besar bagi misionaris misionaris yang ingin merusak bahkan menghancurkan aqidah di hati ummat islam itu sendiri dengan dalih kemanusiaan.

Korban gempa Lombok yang sebagian besar adalah Umat Islam menjadi target pemurtadan. Di Dusun Loloan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan buku-buku yang berisi materi kristenisasi yang siap dibagikan kepada masyarakat.

Dilansir VOA Islam, salah satu relawan asal kota Mataram, Farhan Abu Hamzah, yang tengah bertugas di Dusun Loloan mengungkapkan, tidak diketahui siapa pengirim buku tersebut namun buku-buku tersebut tergeletak di posko bantuan korban gempa yang berada di kantor dusun.

Menurut Farhan, setelah buku-buku kristen itu diketahui Kepala Dusun, buku tersebut disimpan dan tidak disebarkan ke masyarakat.

“Dia (Kepala Dusun) selektif menerima bantuan, tidak terima dari yayasan Kristen. Makanya mereka minta saudara-saudara muslim tetap memperhatikan mereka secara berkesinambungan selama masa-masa sulit ini,” ungkap Farhan, yang disampaikan ke VOAIslam, Sabtu (25/8).

Disamping itu,kecil dan lambatnya bantuan bantuan yang datang dari pihak pemerintahan,serta kurang peduli nya bapak bapak atasan kepada korban -karena saat itu berlangsung juga Asian Games- serta minim nya upaya upaya untuk mengokohkan aqidah kaum muslimin di Lombok tersebutlah yang menjadi pemicu utama masyarakat Lombok terus larut kedalam kesedihan. Dan aqidah mereka akan lebih mudah untuk dirasuki pemahaman pemahaman munkar yang bukan dari islam itu sendiri.

Baca Juga:   Annemi Sejatinya Makar

 

ISLAM SEBAGAI RIAYAH DAN JUNNAH

 

Ketika kita tidak segera mensolusi permasalahan pengalihan aqidah yang terjadi terhadap saudara saudara kita di Lombok, maka sampai kapan pun target target pemurtadan ini akan semakin besar dan semakin leluasa menjalar ke daerah selanjutnya.

Maka disinilah kita di dalam bernegara butuh sistem pemerintahan yang menerapkan sistem riayah dan junnah bagi para masyarakat lokal maupun non lokal di dalamnya.

Sistem riayah adalah  , hendaknya seorang muslim atau dalam lingkup besar yaitu kepala pemerintahan  memperhatikan keadaan saudaranya agar ia bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya tersebut meminta, karena pertolongannya merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. (alquranmulia.com)

Sedangkan makna junnah menurut imam Al Qurthubi,junnah adalah pembatas,perisai,pelindung,atau tameng bagi seseorang yakni dalam kaitan ketentuan syariat islam.

Disinilah urgensi besarnya kita memiliki sebuah sistem kepemimpinan yang menjadi junnah atau tameng bagi masyarakatnya,baik dari kejahatan fisik ataupun kejahatan yang menyerang aqidah aqidah dalam rakyatnya

Dari Abu Hurairah –radhiyaLlâhu ’anhu- dari Nabi Muhammad –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-Imâm (khalifah) itu adalah perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dll)

Di dalam sistem pemerintahan islam,kholifah / pemimpin itu sebagai perisai bagi umatnya. Perisai bagi seluruh jwa dan kehormatan kaum muslimin. Perisai bagi harta benda serta kelayakan hidup bagi setiap masyarakatnya. Namun , apa yang kita saksikan sekarang??

Bahkan banyak jiwa jiwa tak berdosa meninggal dengan legal di atas bumi pertiwi ini. Lihat saja berbagai densus yang melibatkan banyak jiwa yang tak bersalah menjadi kehilangan nyawa nyawa mereka.

Sejatinya kita butuh sistem pemerintahan yang juga dapat meriayah kita. Meriayah atau mengurusi persoalan persoalan seluruh umat. Dimana dengan sistem riayah ini, tak akan ada lagi masyarakat yang akan lapar di negeri sendiri yang kaya. Tak akan ada lagi masyarakat yang kebingungan mencari lahan pekerjaan di negerinya sendiri. Juga dengan sistem riayah ini,tak akan ada lagi aset aset berharga milik negara yang akan dikuasai legal oleh para asing,aseng dan asong. Tak akan pernah terjadi lagi misi misi kristenisasi kepada ummat islam di tengah tengah duka nya ,karena sistem riayah akan terus menjaga kehormatan dan aqidah kita sebagai umat muslim yang harus patuh kepada Rabbul Alamin,bahkan walau apapun keadaan yang sedang kita alami.

Semua sistem paripurna tersebut hanya akan terlahir oleh islam. Karena hanya dengan diterapkan islam secara keseluruhan –yakni individu,krluarga,masyarakat,dan negara- yang akan mewujudkan keamanan dan kedamaian serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Bagaimana bisa kita yang lemah tak yakin terhadap kesempurnaan peraturan islam ini,sedangkan Sang Pembuat Aturan itu saja sudah mengakuinya??

        وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.  (An Nahl: 89)

Baca Juga:   Bedah Buku Tafsir Alquran di Medsos: Sebuah Ringkasan

 

Wallahu A’lam bish showwab..

 

Sumber ilustrasi: http://www.satuharapan.com/

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *