Lebih Dari Sekedar Gempa2 menit

Please log in or register to like posts.
News

Bumi tunggang-langgang. Langit suram mencekam. Lautan mengamuk kerahkan badai. Angin menari terlalu berlebihan. Gulungan ombak menelan titipan sang ilahi. Alam sedang berkonspirasi. Menyusun strategi untuk membalaskan dendam karena beban berat yang telah lama dipikulnya. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya) … (QS. Al-Zalzalah [99]: 1-2).

Palu dan Donggala kucar-kacir. Gemuruh petir mengiringi pekik takbir. Semua menjerit ketakutan melihat bangunan dan pepohonan laksana kapas yang beterbangan. Sedangkan manusia seperti buih yang terombang-ambing. Jembatan Ponulele terbelah, jalan raya retak, tiang listrik runtuh. Ribuan nyawa terkubur bersama lumpur dan bekas reruntuhan. Rumah megah tinggal puing. Kendaraan mewah telah remuk. Hanya masjid yang masih berdiri dengan gagah dibibir pantai. …lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan ditempat tinggal mereka (QS. Al-‘Ankabut [29]: 37).

Hercules dikepung oleh ribuan warga, meminta diterbangkan ke tempat yang aman. Sebab Palu dan Donggala telah menjelma kota mati. Rakyat kelaparan berujung penjarahan. Penjarahan berujung pelegalan. Dan pelegalan berujung pembantahan. Ya. Ketika rakyat terlanjur menjarah, buru-buru penguasa membantah untuk membayar semua kerugian. Rakyat diphp, sudah biasa. Jangankan diphp-in, digantungin juga sudah biasa. Digantungin statusnya sebagai bencana nasional misalnya. Ternyata tak hanya jomblo yang statusnya sering diphp dan digantungin. Hualaahh…

Selain itu, fatwa-fatwa hoax mulai digencarkan. Salah satunya hoax tentang gerak cepat relawan FPI. Jika gempa tidaklah mempan untuk menyembuhkan penyakit kronis ini (kebencian sesama saudaranya). Lalu dengan cara apalagi Allah menegur kita?

Disisi lain, beberapa kalangan menggugat pendeteksi tsunami yang tiba-tiba tidak berfungsi. Ada yang bilang rusak, ada juga yang bilang hilang dicuri orang. Sekali lagi, bukan hanya jomblo yang hidupnya penuh dengan ketidakpastian. Bagaimana bisa negara dengan riwayat gempa bumi terbanyak ini bisa kecolongan? Tidakkah rententan bencana yang menimmpa Nusantara cukup untuk dijadikan pengalaman?

Ketahuilah, bumi belum terlalu tua, hanya saja lelah memikul dosa para manusia. Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar-Ruum [30]: 41). Dalam ayat ini, kata Imam asy-Syaukani rahimahullah dalam Fathul Qadir, bahwa perbuatan syirik dan maksiat adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta.

Maka LGBT merajalela. Khamr mewabah. Prostitusi difasilitasi. Korupsi membudaya. Judi dianggap biasa. Bahkan Syariat Allah di Nusantarakan. Rasulullah saw. bersabda, “Jika maksiat telah berkembang dikalangan umatku maka azab Allah akan turun secara merata” Yang maksiat maupun yang tidak bermaksiat akan kena azab Allah. Jadi berhentilah berkata, “Yang maksiatkan gue, terus apa urusan loh?”

Dan pada akhirnya apa yg terjadi? “Akan terjadi bencana yg luar biasa” lanjut Rasulullah. Dan bencana yg luar biasa menurut Ibnu Abbas ra. bukanlah gempa bumi juga bukan tsunami. Tetapi bencana yang luar biasa itu adalah diangkatnya pemimpin-pemimpin yg dzalim, dan dari tangannya akan menindas kalian.

Pertanyaannya; Sudahkah kita merasakan penindasan itu? Sudahkah kita merasakan kehadiran pemimpin-pemimpin yang dzalim itu?

Wallahu ‘alam[]

 

Sumber ilustrasi: https://nasional.kompas.com.

Baca Juga:   Tirulah Air

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *