Mahasiswa dalam Analogi Sapu Lidi3 menit

Please log in or register to like posts.
News

 

 Gerakan mahasiswa belakangan ini bisa kita katakan mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Pasalnya, tiap-tiap kampus di Negeri ini mulai membatasi ruang gerak mahasiswanya, bahkan menyuarakan sedikit aspirasi pun dilarang, bahkan tidak diperkenankan sama sekali.

 Beberapa mahasiswa di beberapa kampus memang masih ada yang sampai hari ini terus melantangkan suaranya melawan ketidakadilan dan penindasan walaupun dengan menanggung risiko akademik, hal semacam ini patut diapresiasi, lebih-lebih untuk teman-teman mahasiswa Indonesia bagian Timur yang selama ini patut kita acungi jempol ganda karena tetap konsisten dalam dunia-dunia pergerakan yang mengawal setiap ketimpangan keadilan dan kebijakan di Negeri ini.

 Tapi, bukankah sesuatu hal yang sia-sia ketika penyampaian aspirasi yang menggema di bawah terik matahari bercampur polusi-polusi ibukota itu sama sekali tidak memiliki efek dan pengaruh apapun terhadap pemegang kebijakan?

 Ada satu hal yang luput dari penglihatan kita, demonstrasi sekarang tidak lagi idealis. Kurang lebih seperti itu anggapan beberapa orang dan juga masyarakat. Demonstrasi yang dilakukan tidak lebih hanya sekedar pencitraan belaka dan pemenuhan tanggung jawab organisasi, buktinya tidak ada hasil nyata yang di dapatkan selepas aksi tersebut. Bahkan tidak jarang mendapat cemooh dari masyarakat sendiri yang namanya dijadikan sebagai acuan berpijak dalam gerakan aksinya.

 Walaupun begitu, saya masih tetap percaya dan yakin bahwa di antara puluhan dan ratusan orang dalam massa aksi itu masih ada beberapa yang ‘mungkin’ masih idealis yang patut disebut aktivis ‘sejati’. Makna aktivis yang sebenarnya itu agung dan suci karena selalu menantang ketidakadilan dan ketidakmanusiaan, pada akhirnya dirusaki oleh segelintir orang, sehingga lahirlah paradigma yang buruk terhadap makna aktivis.

 Itu sekelumit realitas yang tidak bisa kita elakkan adanya di dunia pergerakan mahasiswa saat ini. Tapi, bukan itu yang menjadi sorotan utama dalam tulisan ini, melainkan menjurus kepada massa aksi yang dewasa ini terkesan patah dan tumpul. Kenapa patah dan tumpul? Gerakan aksi muncul di tiap-tiap ruas jalan ibukota. Namun, sangat disayangkan, di tengah keadilan yang semakin hari tidak lagi dirasa merakyat ini, mereka malah memilih muncul dengan kelompok-kelompok kecil, membawa idealisme dan ideologi kelompok mereka masing-masing. Maka, tidaklah mengherankan jika pemerintah hanya menutup mata dan menganggap sepele massa aksi itu sendiri.

 Kalau sudah begitu, jelas di mata pemerintah kita tidak lebih seperti pengemis gelandangan yang tidak berarti apa-apa, bertikai satu sama lainya seperti kucing yang berebut ‘tulang ikan’ (mungkin berebut tampil di media sosial dengan foto berlatar massa aksi dengan kepulan asap ban bekas yang dibakar sambil memegang megaphone, bendera, dan spanduk yang bertuliskan tentang rakyat), sehingga suara yang diteriakkan dengan sedikit patah-patah itupun tambah tidak sampai menggetarkan kursi yang sedang ‘petinggi’ Negeri ini tempati sekarang. Dan yang paling mengherankannya lagi, ini betul-betul terjadi di dunia pergerakan mahasiswa.

 Ada kejadian massa aksi yang salah satunya berdemonstrasi di sisi kanan jalan, satu kelompok lainnya lagi berdemonstrasi di sisi kiri jalan, hal yang sama terjadi di beberapa ruas jalan lainya. Padahal, persoalan yang diperjuangkan itu memiliki tujuan dan ujung harapan yang sama.

 Gerakan semacam itu ibarat lidi-lidi yang berceceran. Pertanyaannya, mampukah satu batang lidi menyapu semua sampah katakanlah dalam suatu lapangan? Tidak bisa, ada kemungkinan ia patah di tengah jalan. Artinya, kenapa tidak meleburkan diri saja menjadi satu gerakan massa aksi? Padahal, ketika massa aksi bersatu dan hadir dalam satu gerakan yang besar, yakin dan percaya, kursi empuk dalam ruangan ber-AC yang dibangun dari keringat rakyat itu akan bergetar. Dan mereka dalam hal ini pemerintah tidak punya pilihan lain, kecuali meninggalkan kursi atau mengubah kebijakan.

Baca Juga:   Propaganda Jomblo dan Film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI

 

Salam Mahasiswa~

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *