Narasi Goreng dalam Panci Politik3 menit

Please log in or register to like posts.
News
Politik

Tahun politik adalah tahun dimana rakyat disuguhi drama dengan beranekaragam genre. Mulai dari drama misteri buku merah. Drama komedi pembatalan kenaikan BBM. Drama romantis kekasih yang rindu di demo. Drama pencitraan menerbangkan motor atau yang paling horror ada drama bisikan setan hoax operasi plastik. Dari dulu, Indonesia memang terkenal sebagai negara dengan produksi setan terbanyak didunia. Mungkin ‘setan hoax’ ini adalah perkembangbiakan dari suster keramas dan setan facebook.

Akhirnya, saya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan; hal apa yang membuatmu greget?

Maka, hal yang membuat saya greget adalah ketika menonton drama politik secara gratis dengan skenario yang tragis dan ujung cerita yang tak habis-habis.

Bukan main gregetnya, melihat calon pemimpin negeri ini. Bukannya berkompetisi secara elegan. Malah berlomba menggoreng narasi-narasi recehan. Akibatnya, rakyat eneg makan gorengan murahan. Tapi mau bagaimana lagi? daripada kelaparan? Tak peduli jika berpenyakitan, yang penting makan.

Bukan main gregetnya, mendengar khutbah seorang pemimpin negeri ini diatas mimbar megah didepan petinggi-petinggi IMF. Katanya, Indonesia adalah negara yang penduduknya paling bahagia nomor delapan di dunia. Hening. krikk..krikk..krikk…

Mungkin definisi bahagia pemerintah berbeda dengan bahagia versi Organisasi Papua Merdeka, sampai-sampai OPM menginginkan ‘bercerai’ dengan NKRI. Mungkin jeritan saudara-saudara kita di Palu dan Donggala kurang nyaring sampai-sampai tidak terdengar. Mungkin kode dari Allah berupa rentetan bencana alam kurang keras sehingga belum menumbuhkan kepekaan. Atau mungkin ada mata, telinga dan hati yang sudah membeku melebihi batu.

Namun, jika definisi bahagia yang dimaksud adalah bahagia versi kaum elit. Nah, ini cocok. Tambang emas Papua dikuasai Freeport. BUMN diobral kepada Asing. Pendidikan dan kesehatan menjadi lahan bisnis. Janji pembatasan impor seketika jebol. Bahkan sekelas buruh pribumi harus bersaing dengan tenaga asing.

Tetiba, saya hidup dinegeri yang merdeka rasa terjajah. Lalu masihkah kita berpikir bahwa yang salah bukan sistemnya, tapi orangnya?

Sesungguhnya kebangkitan yang shahih dilandasi dengan mabda/sistem/ideologi yang shahih. Sedangkan sistem yang shahih harus dilandasi dengan akidah yang shahih pula. Adapun kriteria akidah yang shahih ialah akidah yang sesuai dengan fitrah, memuaskan akal, dan memberikan ketenangan dihati.

Maka jangan heran, Komunisme yang memiliki akidah ‘materi’ harus menemui ajalnya di usia dini. Karena mereka meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari materi dan akan kembali menjadi materi. Alhasil, mereka menolak mutlak adanya Tuhan. Hal ini tentunya sudah bertentang dengan fitrah manusia.

Sekarang, kita tinggal menunggu saudaranya; Kapitalisme yang memiliki akidah sekularisme (pemisahan antara agama dengan kehidupan). Bedanya; kalau Komunisme menolak mutlak adanya Tuhan, maka Kaptalisme masih mempercayai adanya Tuhan. Mereka percaya bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Tetapi untuk urusan dunia tidak boleh ada campur tangan Allah. Nah, masuk akal nggak tuh??

Maka hanya sistem Islam satu-satunya yang mampu mengantarkan pada kebangkitan yang shahih. Karena berpijak pada akidah yang shahih yakni akidah islamiyyah. Bahwa kita berasal dari Allah, kita hidup didunia untuk Allah, dan akan kembali kepada Allah. Bukankah ini telah sesuai fitrah dan memuaskan akal? Hingga pada akhirnya memberi ketenangan dalam hati kita? Hal ini terbukti dalam bentangan sejarah yang membeberkan bahwa hanya Islam satu-satunya sistem yang mampu bertahan selama 1400 tahun lamanya.

Terakhir; sebagai penikmat gorengan. Saya hanya ingin menyarankan kepada mas-mas penjual gorengan yang nangkring dibahu jalan Samata. Bahwa secantik apapun wajan atau panci yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa resep yang enak dan menyehatkan. Tolonglah, itu minyak kalau sudah hitam nggak usah dipakai lagi. Gorengan yang bermalam tak usah dijual lagi. Juga kalau bisa sayurannya ditambah. Eh, lupa kan harga barang pada naik semua. Haahh!! Pusing Hayati. Galau Milea. Intinya  #2019GantiPanci #2019GantiResep.

Baca Juga:   Sehimpun Tanya

Wallahu’alam[].

 

Sumber ilustrasi: https://www.dictio.id/

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *