Peran Spiritualitas dalam Kerukunan Hidup Bermasyarakat1 menit

Please log in or register to like posts.
News

Kita sepakat bagaimana Islam ketika awal-awal kebangkitanya, mampu merombak zaman. Zaman yang dulunya biadab, gelap, mati menjadi zaman yang penuh dengan aktivitas intelektual yang mencerahkan.

Semua yang berkaitan dengan kehidupan, semuanya diataur berdasarkan syariat Islam. Mulai dari hal kecil(tata cara keluar/masuk wc) sampai dengan hal-hal yang besar (Kenegaraan) . Dunia Islam tidak terlepas dari yang namanya spritualitas dalam penerapanya. Ketika sholat, zikir, berdoa, dan melakukan segala aktivitas lainya, kita mengedepankan spritualitas untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan.

Kesehatan raga lahir dari ketenangan jiwa, dan berbicara jiwa berarti kita berbicara spiritual. Orang yang memiliki tingkatan spritualitas tinggi adalah mereka yang memahami Islam secara keseluruhan dan mendalam (Kaffah). Sehingga dalam setiap aktivitasnya mereka selalu melaksanakan pengamalan nilai-nilai Islam itu sendiri.

Begitupun aktifitas mereka yang berkaitan dengan hidup bermasyarakat. Mereka tahu apa saja yang perlu dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dalam petunjuk syariat Islam.

Tidak bisa kita elakkan bagaimana rusaknya zaman dewasa ini, padahal Islam masih menjadi Agama yang mayoritas. Anehnya, justru Negara-negara yang mengatas namankan Agama Islam itulah yang justru melakukan pertikaian diantara sesama Islamnya. Dalam tuntutan agama sendiri mengharamkan bertikai dengan sesama muslim, jangankan sesama muslim, dengan beda kepercayaanpun kita harus hidup rukun, terkecuali jika orang/kelompok yang berbeda kepercayaan dengan kita itu mencoba mengusik internal agama kita.

Apa yang salah? Salahnya kita hanya mengaku Islam, tapi tidak diikuti oleh peningkatan rasa keimanan.

Perlu di ingat, Islam dan Iman berbeda. Islam adalah nama/label/symbol perkumpulan, sementara Iman adalah nilai yang harus diamalkan untuk mencapai tujuan Islam; Iman adalah spritualitas, dan orang yang paham itu pasti akan paham tentang konsep kehidupan kekeluargaan dan kebersamaan yang rukun, sehingga melahirkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr.[]

Baca Juga:   Menyibak Rahasia Kesuksesan ala Hadis Nabi

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *