Pilih Mana: Didiskualifikasi Manusia Atau Allah?4 menit

Please log in or register to like posts.
News

Masyarakat publik dihebohkan mengenai dua kejadian Khabib di arena UFC dan Atlet judo tuna netra Asian Para Games 2018 Miftahul Jannah. Sontak pengguna sosial media memposting 2 foto atlet tersebut, pun membuat rasa penasaran penulis mencari tahu ada apa sebenarnya?

Khabib Nurmagomedov Dagestan melawan Conor McGragor menjadi perhatian bagi dunia, khususnya di Indonesia. McGragor sendiri sebelum melakukan pertandingan sengaja melakukan provokasi terhadap Khabib dengan mengucapkan “Assalamualaikum” sambil mengulurkan wisky kepada Khabib. Tak hanya itu, ia juga memanggil Khabib sebagai “Terroris” hanya karena ia seorang Muslim (Riau24.com, 8/10/2018).

Khabib seolah menjadi idola baru. Apalagi saat meneriakkan pekik Alhamdulillah di panggung UFC gersang dan congkak suka menista Islam.. “I know you don’t like this Alhamdulillah!” secara lantang, tegas dan begitu berani.

Girah pun memuncak tatkala lawannya McGregon yang dikenal suka menghina Islam nyaris pingsan dan kepayahan. Ada yang mengatakan pertarungan ini ibarat pertarungan antara ‘Haq dan batil’.

Dengan kejadian ini, Ustaz Felix pun meluncurkan sebuah tulisan menanggapi kejadian ini. “Pertarungan itu berjalan dengan kemenangan dramatis, walau harus dikotori hinaan tim McGregor pada agama, negara dan orangtua Khabib. Kemenangan itu bukan hanya milik Khabib, tapi juga milik seluruh Muslim dunia. MasyaAllah, inilah tanda bahwa Muslim itu tidak terpisah perasaan dan pemikirannya. Juga menandakan yang lain, bahwa Muslim sangat merindukan sosok yang mampu bangga dengan Islam-nya melebihi yang lain, sosok HERO. Demikian kemenagan-kemenangan kecil yang mengingatkan kita akan betapa Muslim punya harga diri dan respek”.

Sebut saja sosok Khabib, ini karena semata-mata karena dorongan akidah. Bukan ikatan semu yang muncul sesaat tapi diikat oleh ikatan Islam. Tidak rela jika agama yang kita cintai dinjak-injak atau diolok-olok.
Bukan hanya itu kejadian menggetarkan juga dialami Miftahul Jannah mendadak ramai berdasarkan pantauan TribunSolo.com, nama Miftahul Jannah jadi trending topic di Twitter pada Senin malam (8/10/2018).

Atlet Judo putri Indonesia Miftahul Jannah terdiskualifikasi dari pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta. Akibat enggan mengikuti aturan pertandingan yaitu melepas kerudung. “Dia mendapatkan diskualifikasi dari wasit karena ada aturan wasit dan aturan pertandingan tingkat Internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa pemain tidak boleh menggunakan jilbab dan harus lepas jilbab saat bertanding, kata penanggung jawab pertandingan Judo Asian Para Games 2018 Ahmad Bahar.

Bahar mengatakan Miftahul engga melepas jilbab ketika bertanding karena tidak mau auratnya terlihat lawan jenis. “Kami sudah mengarahkan atlet, tapi dia tidak mau. Bahkan, dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC), tim Komandan Kontingen Indonesia sudah berusaha dan mendatangkan orang tua dari Aceh untuk memberi tahu demi membela negara,” katanya tentang dukungan kepada atlet tuna netra itu.

Atlet berusia 21 tahun itu, menurut Bahar, telah menginjak matras pertandingan dan enggan melepas jilbab pada pertandingan kelas 52 kilogram. “Hal yang perlu ditekankan adalah juri bukan tidak memperbolehkan kaum muslim untuk ikut pertandingan. Aturan internasional mulai 2012, setiap atlet yang bertanding pada cabang judo tidak boleh berjilbab karena dalam pertandingan judo ada teknik bawah dan jilbab akan mengganggu,” ujarnya (AntaraNews. com 8/10/2018).

Tapi yang mesti ditekankan disini bahwa ini bukan hanya perkara lahirnya idola baru. Tapi, kekuatan Islam semakin nampak buat tokoh-tokoh tertentu sampai kepanasan. Mereka memilih bangkit melawan aturan mengekang dan abu-abu. Lelah melihat Islam selalu diinjak-injak, dihina, dikambinghitamkan dan lain-lain. Hadirnya Khabib dan Miftah seolah memberi ‘angin segar’ kerinduan akan hadirnya reprentasi kekuatan Islam di kanca dunia.

Baca Juga:   Sebuah Pengantar Singkat Untuk Sehat Bersama Buku

Penulis pun yakin bukan sosok Khabib yang dielu-elukan tapi karena keberaniannya melawan kebatilan dan membela agama Allah. Sebab, para pemuda sekarang kehilangan marwahnya nyaris tenggelam dalam kubangan lumpur mematikan. Mereka seolah menutup mata dan merasa sedang baik-baik saja, apa yang mesti dikhawatirkan? Kalian terlalu berlebihan menyikapi sesuatu hal katanya.

Kita mengingat bagaimana kisah heroik yang pernah dilakukan Rasulullah saw. dan ketegasannya ketika ada satu orang muslimah hijabnya hanya dipermainkan oleh Yahudi Bani Qainuqa, lalu Rasulullah mengirim pasukan dan mengepung Yahudi dan mengultimatum mereka. ‘Hadapi kami atau keluar dari Madina’.

Atau ketika berkali-kali pers Barat Prancis ketika hendak mementaskan teater karya Voltaire. memuat seni karikatur menista Islam dan Nabi Muhammad. Seperti yang dilakukan Khalifah Abdul Hamid II “jika tidak dibatalkan, kami akan menggelorakan Jihad al-Akbar” Akhirnya pementasan teater ini pun dibatalkan.

Tapi pemuda sekarang beberapa memilih aman berselimut dibalik singgasan mengasikkan. Idealis mengikis, kekritisan sengaja dibungkam dan memilih apatis sebagai obat tidur manjur. Kami merindukan sosok Khabib dan Miftah kedua, ketiga, keempat dan kalau bisa seterusnya. Melawan keserakahan, ketidakadilan, kebengisan di muka bumi.

“Tak mengapa didiskualaifikasi di hati manusia.
Asal tidak didiskualifikasi di hatinya Allah.
Masya Allah, luar biasa.”

Reactions

1

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *