Cintaku Tertanam di Tepi Bogowonto1 menit

Please log in or register to like posts.
News

CINTAKU TERTANAM DI TEPI BOGOWONTO

Tepian Bogowonto, senja masih melayungkan lembayung
Menunggu matahari angslup meniduri matahati
Butir-butir hitam kecacil, tergelincir di sela-sela garis pinggir
Ceruk-ceruk menyuruk, menuliskan kembenan kisah basah
(biarlah aku bicara padamu dengan wajah palsu
menggiring rasa rindu mengungu cemburu)

Sang Pangeran dengan kuda tunggangan kesayangan
Enggan dua kali menyeberangi tempuran
Tak ingin terjebak dalam tempurung keadilan
Yang tentu saja jauh dari jangkauan awan
(aku bicara tentang pengkhianatan
saat semua siasat telah tersesat menjadi hidangan lezat)

Dan bila waktunya kukembali menyambangi
Sambutlah aku di seberang jalan, di mana dulu kita berkencan
Cukup lambaikan tanganmu, melampaui batas waktu
Maka sejarah akan bersusah payah mengubah kisah
(dan kali ini aku sengaja membohongimu, sayangku
karena waktu telah berlalu, membawa serta jantungku)

Maka tamatlah cerita perawan, cintaku tertanam di tepian
Diiringi sendaren di persawahan -tentang layangan tewang-

Bekasi, 2018/10/05

Sumber illustrasi: sorotpurworejo

 

Baca Juga:   Kutukan Malin Kandang

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *