Cinta Lampau Krakatau dan Nyai Gadung Melati1 menit

Please log in or register to like posts.
News

CINTA LAMPAU KRAKATAU, DARI SELAT SUNDA UNTUK DUNIA

Cinta lampau Krakatau
mengandung embrio dalam rahim bumi
berkembang seiring perjalanan usia
terlahir di selangkangan selat
mengecup bibir tatar Sunda
lidah ombak menjilat sepenuh gejolak
pekiknya pecahkan gendang telinga -tiba saatnya-
ketuban magma menyembur sepenuh daur
melebur paku paku nyiur sepanjang jalur
perbatasan pasir dan air
dunia sesaat berakhir

Cinta lampau Krakatau
melumat bibir tanpa tabir
mengikir pikir -mengembarakan kisah beribu pasrah-
terjeda ribuan jejak perjalanan revolusi matahari
ingatkah sebuah kisah di mana
lukisan bulan biru dan matahari lavender ungu
tercetak nyata di relief-relief dinding pusaran era
ah, begitu dingin planet ini di pelukan awan

Krakatau, Krakatau
kirimkan isyarat lewat ribuan watt daya listrik menggeliat

(Bekasi, 18 November 2018)

 

 

NYAI GADUNG MELATI, JELITA PENJAGA MERAPI

Nyai Gadung Melati, putri jelita keraton abadi
istana megah di puncak kawah
pelindung sakti menimang Merapi dengan kidung sunyi
ibu bagi segenap penghuni -melata maupun berdiri-

Nyai Gadung Melati, putri misteri
memeluk bahu para pendaki
menyelimuti pecinta kabut sepanjang perjalanan
setia mengunggah pesona
lewat binar matahari saat dini mencium pagi

Nyai Gadung Melati, alarm alami
mendatangi mimpi membuka intuisi
berbusana hijau daun melati
melampirkan berita tentang erupsi

(Bekasi, 18 November 2018)

Baca Juga:   Puisi Kekal dan Puisi Allpen

Reactions

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *